Menggali Potensi Wisata Desa Ngargosari Sukorejo Kendal

Kantor Desa Ngargosari Sukorejo Kendal./ https://ngargosari.kendalkab.go.id/

Desa Ngargosari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal mungkin banyak yang tidak tahu atau belum terlalu banyak yang mengenalnya. Informasi tentang desa tersebut di laman internet juga masih kurang lengkap karena pengelolaan jaring media atau informasinya masih terbatas dan kurang dilakukan secara optimal.

Padahal Desa Ngargosari ketika dilihat telah memiliki website resmi yaitu https://ngargosari.kendalkab.go.id/, namun ketika dijelajahi terlihat kalau masih kurang dioptimalkan pengelolaannya. Beberapa informasi dasar misalnya tentang sejarah desa, profil desa, visi misi desa diketahui belum diisi sama sekali.

Ketika melakukan pencarian di mesin pencarian Google dengan keyword Desa Ngargosari Sukorejo Kendal pun yang muncul tidaklah banyak informasi yang dapat diperoleh. Selain website resmi diatas, yang muncul adalah data dari Wikipedia yang juga tidak berisi informasi yang lengkap.

Ditengah era teknologi yang semakin maju dan tuntutan zaman yang semakin cepat, sangat disayangkan apabila kanal media informasi lembaga publik masih terbatas penggunaannya. Mencari lebih jauh tentang apa yang ada di Desa Ngargosari Sukorejo Kendal ternyata tersimpan banyak potensi di dalamnya yang menarik untuk diketahui khalayak umum.

Desa Ngargosari merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal yang berjarak sekitar 15 km dari pusat kecamatan. Desa ini termasuk desa dengan wilayah yang kecil bila dibandingkan dengan desa-desa lainnya di Kecamatan Sukorejo

Desa Ngargosari tepatnya berada di lereng Gunung Prau dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Batang. Suhu di desa ini cukup dingin karena memang merupakan daerah yang berada di lereng gunung dengan suhu normal sekitar 16°C.

Mayoritas penduduk Desa Ngargosari bekerja di ladang sebagai petani yang menggunakan sistem pengairannya mengandalkan tadah hujan. Tanaman yang sering di tanam di lahan pertanian milik warga adalah tanaman jagung sebagai komoditas salah satu makanan pokok. Selain itu juga biasanya para petani menanam ketela pohon dan kubis.

Di sepanjang jalan Desa Ngargosari juga banyak ditemui tanaman perkebunan diantaranya seperti cengkih, kopi dan tembakau. Cengkih biasanya disuling untuk dijadikan minyak atsiri. Minyak atsiri sudah cukup dikenal di dunia kecantikan dan kesehatan sebagai bahan parfum dan produk kosmetik serta untuk aromaterapi. Nilai jual yang tinggi sangat membantu dalam meningkatkan taraf perekonomian warga Ngargosari. Bahkan hasil olahan dari Desa Ngargosari ada yang sampai di ekspor ke mancanegara.

Selain tanaman yang disebutkan diatas, adapula tanaman buah yang banyak ditanam warga yaitu jambu getas merah. Biasanya warga menanamnya di pekarangan rumah bersama dengan tanaman cabe keriting, kentang, bawang merah, juga kubis.

Potensi Wisata

Keindahan alam yang ada di Desa Ngargosari juga didukung dengan adanya spot area yang dapat dikunjungi sebagai tujuan wisata. Salah satu yang cukup terkenal adalah adanya danau buatan yang sangat indah untuk dipandang yaitu Dana Banaran. Danau Banaran sangat indah untuk dilihat dan dijadikan tempat berfoto dengan pemandangan pohon-pohon yang menjulang sebagai latar belakang.

Danau Banaran menawarkan pemandangan yang eksotis dengan airnya yang sangat jernih. Jernihnya air Danau Banaran dapat membuat pengunjung dapat melihat beberapa ikan yang berenang kesana kemari. Warna air danau berwarna biru kehijauan yang menambah pesona keindahan Danau Banaran yang alami.

Letak Danau Banaran tepatnya berada di Dusun Surungajah. Sudah banyak beredar foto-foto di media sosial tentang keindahan yang ditawarkan Danau Banaran. Meskipun akses untuk sampai ke lokasi cukup memerlukan kehati-hatian dan energy yang prima, namun cukup sebanding dengan pemandangan yang dapat dinikmati.

Selain Danau Banaran, di Desa Ngargosari juga terdapat wisata air lainnya yaitu Curug Gajah. Curug atau air terjun di Curug Gajah memang tidak terlalu tinggi, tetapi air yang dialirkan sangat jernih. Lokasi Curug Gajah masih cukup tersembunyi, sehingga masih terjaga asli kealamiannya.

Untuk dapat sampai ke lokasi Curug Gajah pengunjung harus berjalan cukup jauh ke bawah dari titik terakhir dapat dilalui kendaraan bermotor. Di kanan kiri jalan banyak tanaman kopi milik warga yang akan dijumpai pengunjung ketika hendak menuju lokasi Curug Gajah berada.

Curug Gajah dapat dibilang masih belum terekspos secara maksimal dan masih kalah populer dibandingkan curug lainnya yang ada di Kendal seperti misalnya Curug Sewu. Namun demikian, upaya optimalisasi wisata dapat dilakukan apabila dikerjakan dengan cara yang tepat.

Bukti-bukti keindahan berupa foto yang banyak diunggah pengunjung ketika mengunjungi Danau Banaran atau memang langsung ke Curug Gajah dapat menjadi strategi untuk mengundang para pengunjung datang ke Desa Ngargosari. Selain itu perlu juga dipersiapkan sarana penunjang agar membuat para pengunjung tertarik datang ke Ngargosari baik berwisata ke Danau Banaran atau Curug Gajah maupun berfoto di kebun-kebun hijau milik warga.

Add Comment