PKK Patebon Adakan Pelatihan Membuat Pupuk Organik Cair

Rapat pleno PKK yang juga diikuti dengan pelatihan membuat pupuk organik cair di Kecamatan Patebon. (Foto: Kecamatan Patebon)

Patebon – Tim Penggerak PKK Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal mengadakan pelatihan membuat pupuk organik cair, Kamis (13/2/2020). Pelatihan kali ini diadakan usai diadakannya rapat pleno Tim Penggerak PKK Desa se-Kecamatan Patebon beserta anggota.

Pelatihan ini diisi oleh Suharyono dari Dinas Pertanian Kendal. Peserta diberi pelatihan untuk pembuatan pupuk cair organik dari limbah dapur atau limbah ternak. Suharyono mempraktekkan langsung di hadapan ibu-ibu mengenai cara pembuatan pupuk organik cair dari limbah dapur atau limbah ternak.

Saat praktik, Suharyono menggunakan alat dan bahan-bahan seperti Ember kaporit beserta tutup, Ragi tape, Gula merah, Micin, Air Bersih, serta limbah sayur atau buah.

“Pupuk Organik cair ini sangat bagus digunakan untuk memupuk tanaman karena memiliki jutaan mikroba yang berfungsi sebagai pengurai. Karena tanaman agar tumbuh dengan subur harus ada minimal tiga hal yaitu pupuk, air dan pengurai,” jelas Suharyono.

Ning Mugiyono selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Patebon juga terlihat hadir dalam pelatihan kali ini. Masyarakat khususnya PKK diharapkan mampu untuk memanfaatkan limbah rumah tangga. Pupuk organik cair selain menjadi alternatif pengelolaan limbah rumah tangga juga bagus untuk tanaman.

Alternatif Pengelolaan Sampah

Ada banyak cara untuk mengelola sampah rumah tangga. Sampah tidak harus dibakar. Upaya pengelolaan sampah secara desentralisasi memang beragam, dari teknik sederhana hingga penggunaan teknologi tepat guna.

Menurut Sukamto Hadisuwito dalam bukunya mengenai pupuk organi cair menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dengan cara pengompasan atau mengubahnya menjadi pupuk merupakan alternatif terbaik. Sayangnya, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, sampah organik yang dikomposkan hanya 1-6%. Sisanya lebih banyak dibakar, ditimbun, serta dibuang ke sungai dan TPA.

Sementara itu, pemanfaatan limbah juga dilakukan oleh pemerintah desa di Pasuruan. Sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat, namun ditangan aparatur Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, sampah atau limbah rumah tangga tersebut disulap menjadi bahan yang bermanfaat untuk sektor pertanian.

Kepala Kepala Desa Pasuruan, Sumali mengatakan, berbekal pengalaman yang dimiliki, ia bersama aparatur desa sedang memanfaatkan limbah sayur mayur, buah buahan, dan sisa makanan untuk dijadikan pupuk organik cair (POC). Bahan baku POC, ujar dia, sangat mudah didapatkan. Untuk itu, apa salahnya jika pengetahuan ini dibagikan kepada masyarakat lain.

“Kami telah melakukan uji coba limbah rumah tangga tersebut. Hasilnya memang terbukti POC buatan kami dapat menyuburkan tanaman,” kata Sumali.

Add Comment