Kembangkan Potensi Melalui Optimalisasi Sistem Informasi Desa Berbasis Teknologi

Pemkab Kendal mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Sistem Informasi Desa, Kamis (13/2/2020). (Foto: Pemkab Kendal)

Bugangin, Kendal – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal berupaya untuk melakukan optimalisasi pengelolaan terhadap informasi desa. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemkab Kendal mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Sistem Informasi Desa, Kamis (13/2/2020).

Perkembangan internet menjadi penting untuk diketahui dan dimanfaatkan oleh desa. Hal ini menjadi dasar tujuan dari diselenggarakanya Bimtek yang berlangsung di Ruang Garuda Agrowisata Tirto Arum Baru Kendal. Selain itu, dalam kegiatan kali ini juga melatih para perangkat desa supaya melek internet dan mampu mengolah informasi di website.

“Bimtek ini bertujuan meningkatan kapasitas aparatur desa, khususnya di bidang IT. Pelatihan ini dipelopori oleh Diskominfo Kabupaten Kendal yang bersinergi dengan Dispermasdes Kabupaten Kendal,” jelas Kepala Dispermasdes Kabupaten Kendal Wahyu Hidayat.

Sistem Informasi Desa (SID) menjadi ruang untuk pemerintah desa menyampaikan semua informasi kepada masyarakat desa khususnya, maupun masyarakat lain pada umumnya. Mau tidak mau, SID yang berbasis teknologi jelas dibutuhkan bahkan menjadi tuntutan di era sekarang ini.

Melalui kegiatan Bimtek ini diharapkan desa dapat menerapkan Sistem Informasi Desa melalui website desa sebagai bentuk transparansi publik. Pelatihan Bimtek tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kegiatan desa yang bersifat konstruktif, mengembangkan potensi desa sebagai informasi publik.

Desa dan Informasi Teknologi

Informasi teknologi yang berkembang begitu cepat memang perlu dimanfaatkan. Tidak terkecuali oleh pemerintah desa. Banyaknya desa di Indonesia membuat pemerintah juga berupaya untuk menjadikan pemerintah desa memanfaatkannya dengan maksimal.

Bahkan di Bulan April mendatang, pemerintah mengagendakan adanya Kongres IT (Informasi Teknologi) Desa. Kegiatan ini direncanakan diikuti oleh 5000 pegiat IT di desa. Kegiatan ini direncanakan menjadi wadah untuk melahirkan sumber daya manusia dari desa di era digital.

Budiman Sudjatmiko selaku Ketua Steering Committee Kongres IT Desa mengatakan bahwa kongres ini diharapkan mampu menjadikan masyarakat desa tidak hanya menjadi objek tetapi juga menjadi subjek.

“Selama ini desa hanya sekadar sebagai penganduh dari aplikasi macam-macam. Kami ingin desa tak usah bingung, membuat sendiri, mengonsultasikan sumber daya yang bisa dikonsultasikan agar orang desa jadi subjek teknologi,” katanya saat memberi keterangan dalam konferensi pers, Jakarta (07/02/2020).

Menurutnya, anak muda harus didorong supaya memiliki literasi digital yang nantinya bisa membantu kemajuan desanya.

Add Comment