Bupati Kendal: 2020 akan Tingkatkan Kualitas SDM

Bupati Kendal, Mirna Annisa, saat menghadiri acara Gelar hasil Pembangunan yang bertempat di Puskesmas Boja. (Foto: Pemkab Kendal)

Boja – Tahun 2020, Bupati Kendal, Mirna Annisa, rencanakan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Apalagi menurutnya, Kabupaten Kendal saat ini mulai menjadi penopang dalam peningkatan ekonomi Jawa Tengah.

“Harapan saya dapat memanfaatkan peluang yang telah diberikan oleh negara untuk Pemerintah Kendal dengan berdirinya Kawasan Ekonomi khusus, satu hal yang perlu digaris bawahi adalah peningkatan SDM karena saya ingin warga kendal ikut berperan bukan menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi,” jelas Mirna Annisa.

Hal ini disampaikan Bupati Kendal saat menghadiri acara Gelar hasil Pembangunan yang ditempatkan di Puskesmas Boja I, Senin (17/2/2020). Menurutnya, keberhasilan pembangunan Kendal dapat terwujud atas kerja sama yang telah dilakukan oleh seluruh ASN,OPD, Kepolisian dan hasil dari kolaborasi terhadap anggota Dewan.

Beberapa pembangunan infrastruktur telah dilakukan selama 4 tahun kepemimpinan Bupati Mirna. Pembangunan infrasrtuktur jalan saat ini terus meningkat dan menyisakan 9 persen kondisi jalan yang belum masuk dalam kategori baik, dikatan oleh Bupati Kendal jika 9 persen jalan akan diselesaikan pada tahun 2020.

Acara ini juga memamerkan stand Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dua dari delapan UMKM telah mampu menembus pasar luar negeri yaitu Mabel 689 yang dikirim hingga Australia dan Keripik Umbiis asal Kecamatan Boja yang masuk di pasar Hongkong.

Adapun ke 5 hasil pembangunan yang diresmikan secara simbolis oleh Bupati Kendal adalah Pembangunan Kelurahan Ketapang Kecamatan Kendal, Pembangunan Gedung Hemodialisa RSUD dr. Soewondo Kendal, Pembangunan Puskesmas Boja I, Pembangunan Puskesmas Pageruyung dan Pembangunan Penataan Ruang Mall Pelayanan Publik DPMPTSP Kendal.

Tingkatkan Kualitas SDM

Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga dilakukan oleh pemerintah pusat. Dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengadakan pendidikan vokasi yang ditargetkan untuk melahirkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

“KPVN berperan secara strategis untuk mendorong peningkatan mutu SDM, peningkatan produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi melalui beberapa program,” ujar Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker Bambang Satrio Lelono, tahun lalu.

Hal tersebut pun turut didukung oleh Akademisi (UGM), dan Asosiasi Industri (Kadin & Apindo) yang telah berinisiatif membentuk Komite Pelatihan Vokasi Nasional (KPVN) pada tahun 2017.

Selain itu, grand design pelatihan vokasi nasional sudah ada sejak tahun lalu, dan sudah 90 persen, serta akan menjadi dasar pelatihan vokasi di Indonesia.

“Dalam waktu dekat akan segera diinformasikan kepada semua pihak bahwa Kementerian Ketenagakerjaan akan menjadi koordinator pelatihan vokasi nasional,” ungkapnya.

Add Comment