Penggunaan Kartu Tani Kabupaten Kendal Meningkat

Penggunaan Kartu Tani ( KT ) di Kabupaten Kendal meningkat cukup pesat untuk memperoleh pupuk bersubsidi (foto: Pemkab Kendal)

Kendal- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kendal Ir. Tjipto Wahyono menyampaikan peningkatan penggunaan Kartu Tani ( KT ) di Kabupaten Kendal yang cukup pesat untuk memperoleh pupuk bersubsidi saat membuka Pertemuan Koordinasi Kartu Tani, Rabu (30/10/2019) di Ruang Merak Agrowisata Tirto Arum Baru Kendal.

Dari sebelumnya peringkat 33 bulan September dari 35 kabupaten / kota di Jawa Tengah menjadi 19 pada akhir Oktober 2019 antara lain berkat sosialisasi dan kerja keras pihak – pihak terkait terutama PPL, dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan serta kesadaran para petani sendiri.

“Kami berharap semua petani di kendal bisa memanfaatkan Kartu Tani ini untuk memperoleh pupuk berkualitas dengan harga terjangkau sehingga hasil panen semakin berkualitas dan secara kuantitas naik. Ini bagaimana merubah perilaku petani untuk bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi pertanian mereka,” terangnya.

Sementara Bagian Perekonomian Setda Kendal Subbag Pengembangan Sumber Alam mewakili Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida ( KP3 ) M. Abdul Ghofur, Amd mengatakan, penggunaan Kartu Tani untuk memperoleh pupuk bersubsidi semakin meningkat dan telah melebihi target yakni 10,06 %. Namun pencapaian ini masih terus ditingkatkan penggunaannya, mengingat baru 30 % yang menggunakan dari 4000 Hektar lahan pertanian di Kabupaten Kendal.

Kartu Tani Untuk Tingkatkan Panen

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan perintah Presiden Jokowi yakni “hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi kepada masyarakat, jangan biarkan petani berjalan sendiri, kita harus selalu di sisi mereka memberikan solusi”, ungkap Menteri Amran.

“Kami berterima kasih, capaian Kementan selama ini sudah banyak, beras tidak impor, Jawa Timur menjadi salah satu penghasil beras terbesar. Kami senang jagung harganya 4.000. Dulu hanya 1.000 s.d 1.500 harga jagung. Harga minimal Rp 3.150 dibeli oleh bulog”, tambah Amran.

Setelah selama ini mendorong komoditas impor dalam peningkatan produksi, kedepan akan terus ditingkatkan produksi ekspor. Kartu Tani ini juga diharapkan juga menjadi pendorong konsistensi pemerintah dalam pencapaian lumbung pangan dunia 2045, setelah berhasil dengan swasembada berasnya di tahun 2016 dan hingga saat ini.

Himpunan Bank-Bank Negara (HIMBARA) yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, dan Bank Negara Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam pembuatan Kartu Tani. Sejauh ini, setiap bank diberi tanggang jawab satu provinsi. BNI untuk Provinsi Jawa Timur, BRI untuk Provinsi Jawa Tengah, Bank Mandiri untuk Provinsi Jawa Barat, dan BTN untuk Provinsi Banten.

Add Comment